Wujudkan Program Nelayan Tangguh, Pemkab Kukar Perkuat Infrastruktur Perikanan Tangkap

img

(Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap DKP Kukar, Asli Husaini/pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya melalui Program Dedikasi Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh.

Diketahui program ini merupakan bagian dari implementasi Visi dan Misi Kukar Idaman Terbaik yang digagas Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.

Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan secara menyeluruh, terutama bagi nelayan di wilayah pesisir dan perairan umum Kukar.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Asli Husaini, mengatakan pihaknya terus fokus memperkuat sarana dan prasarana perikanan tangkap untuk mendukung peningkatan produktivitas nelayan.

“Penyediaan prasarana yang kami lakukan antara lain berupa pembangunan jembatan tambat dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Saat ini, TPI di wilayah perairan umum sudah berdiri di Desa Liang, sedangkan di wilayah pesisir terdapat di Samboja, Anggana, dan Muara Badak,” ujar Asli, Kamis (13/11/2025) kemarin.

Ia menjelaskan, TPI Samboja sudah beroperasi penuh dan melayani aktivitas nelayan di kawasan pesisir, sedangkan TPI Muara Badak telah rampung dibangun namun masih membutuhkan tambahan fasilitas tambatan perahu, yang direncanakan terealisasi pada tahun 2026.

“Untuk sementara pengelolaan dilakukan oleh koordinator lapangan di masing-masing lokasi. Ke depan, kami akan ajukan agar pengelolaan TPI ini menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD),” terangnya.

Selain pembangunan infrastruktur, DKP Kukar juga memperkuat layanan perizinan kapal dan perahu nelayan. Menurut Asli, perizinan merupakan hal penting untuk memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi nelayan dalam menjalankan aktivitasnya.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada nelayan terkait pentingnya izin kapal. Proses pengukuran akan dilakukan oleh ahli pengukur dari KSOP sebagai bagian dari penerbitan izin resmi,” jelasnya.

Melalui berbagai langkah ini, Pemkab Kukar menargetkan penguatan sektor perikanan tangkap dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Terakhir dirinya menambahkan Program Nelayan Tangguh bukan hanya tentang bantuan sarana, tapi juga tentang membangun sistem perikanan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Adv/Tan)